Wednesday, December 24, 2014

Murahnya Rp.200,000 Passenger Services Charge di KNIA



Kenaikan 62,5% dari sebelumnya pernah Rp75,000 airport tax adalah harga yang murah. Pelayanan imigrasi Republik Indonesia ada 20 pos pada gate 1, 2, 3 & 4 dan yang aktif tersedia ada 3 pos. Ini berarti untuk Rp200,000 penumpang pesawat udara membayar pelayanan 3 petugas. Tiap pos biayanya sekitar Rp67,000 dengan antrian lebih dari 20 orang penumpang yang menunggu cap paspor.

Jika 20 pos pelayanan available, PSC yang dikenakan pada penumpang sebesar Rp.1,340,000. Selain pelayanan imigrasi yang murah, penumpang juga mendapat pengharum ruangan yang disemprotkan setiap 10 menit, AC, Wifi, beberapa toilet yang bersih dan 6 "lantai yang berjalan", dan lain sebagainya.

Pajak rakyat Sumatera Utara yang terkumpul memang pantas dikeluarkan untuk pembangunan Kuala Namu Int'l Airport ini.

(Ayo siapa yang mau melanjutkan, Siapa yang mau mengumpulkan, menyunting, dan mengirimkan ke media cetak yang kolom opininya berbayar, Atau kemudian menerjemahkannya ke bahasa asing biar dibaca juga sama asing dan juga dapat duit setelah dipublikasi?) 

Wednesday, August 13, 2014

The Fourth Movie: Lullaby (2014)

Pos keempat, film bagus tentang hubungan ayah yang berjuang hidup selama mungkin, sampai memutuskan sendiri untuk esok hari meninggal. Sepanjang film, kisah ini disisipi cerita keluarga yang akan ditinggalkannya terutama drama tentang anak laki-lakinya.

Monday, August 11, 2014

PLN Dibisniskan?

PLN dibisniskan?

Generator PLN tak mesti hidup 24 jam karena orang dengan status sosial Kaya bisa beli Gen-Set, orang menengah kebawah bisa menikmati alam luar dengan api unggun dan dalam cahaya LED yang menyinari wajah. Pegawai PLN pun tak masalah dengan itu, sepanjang pengguna listrik membayar tagihan sesuai meteran sebelum atau dengan denda sesudah jatuh tempo karena PLN berazaskan Koperasi yang bermotif profit dan peduli dengan keadaan sosial.

PLN bukanlah perusahaan bermotif profit murni yang harus sanggup menyalakan listrik terus sehari-semalaman  karena dengan pelayanan super-prima seperti itu berarti manfaat atau keuntungannya akan maksimal. Jika kenyataan pemadaman listrik yang demikian "biasa" terus menerus, apa betul solusinya ialah mensubsitusikan PLN?

(Ayo siapa yang mau melanjutkan, Siapa yang mau mengumpulkan, menyunting, dan mengirimkan ke media cetak yang kolom opininya berbayar, Atau kemudian menerjemahkannya ke bahasa asing biar dibaca juga sama asing dan juga dapat duit setelah dipublikasi?)

Sunday, May 26, 2013

Kereta Api 125 Ribu

Gerbong K1 08107, Kelas 1, Kapasitas 50 Penumpang, keberangkatan pukul 8.15 WIB kereta api (KA) jurusan Medan-Rantau Prapat tanggal 24 Mei 2013. Harga tiket 125 ribu, dgn fasilitas yang berkurang. Tirai jendela tidak ada,padahal lumayan berguna untuk menangkis panas matahari. Seluruh penumpang yang duduk berdekatan dengan jendela terlihat tak nyaman. Ada yang menutupinya dengan kertas koran yang dibelinya sebelum berangkat.

Penumpang dari Medan dan Lubuk Pakam sepakat tak bisa menikmati trade off yang seharusnya mereka dapat dengan kenaikan bayaran itu.Toilet tersedia di depan dan di belakang gerbong eksekutif hanya satu yang berfungsi bidet penyiramannya begitu juga ketersediaan tisu putih. Setelah petugas karcis masuk,kesan menampung saran penumpang yang mengeluh tak seperti diharapkan. Tirai yang katanya dicuci dan belum kering itu tak berkorelasi dengan keadaan jendela yang berdebu dan berkotoran.

Pada hal yang sama, Keadaan AC juga tak menunjukkan gerbong ini akan layak dipenuhi 50 orang, karena tak sampai separuh kapasitas penumpang pun AC tak sesejuk penyejuk ruangan lagi, dilihat dari penumpang yang berkeringat. Persinggahan sementara di Tebing Tinggi seperti biasa banyak yang naik menawarkan jajanan, namun tak banyak yang membeli, bahkan penumpang di kursi paling belakang terganggu karena jajaan mereka ditumpu pada kursi penumpang.

Keadaan ini membingungkan apakah tarif sebesar 125 ribu untuk satu kali perjalanan yang bisa dibeli di kasir mini market itu hanya untuk membayar bahan bakar minyak sampai ke tujuan atau termasuk gerbong manusianya?

Perbaikan keadaan seadanya dibuat pihak KA. Mereka menyediakan tisu untuk kamar mandi. Sebagai catatan, kereta api ini adalah kereta api pertama hari jumat. Seyogyanya keadaannya, jika tidak stabilpun, lebih baik dari keadaan keberangkatan berikutnya. Kereta api tiba di Rantau Prapat pukul 14.00 WIB lebih. Lama tempuh perjalanan sekitar 6 jam.

Harapan penumpang untuk ketersediaan tirai ketika pulang dari Rantau Prapat (26/5) tidak juga dipenuhi, tirai jendela tetap belum terpasang. Nama Manager On Duty juga tidak terpampang di dinding yang disediakan. Kereta api berangkat pukul 8.45, yang dulu ketika harga Rp90.000 biasanya berangkat pukul 8. Harga yang dibayar harusnya sesuai dengan keadaan yang didapat. Sebelum keberangkatan pertama, penumpang dapat menggunakan toilet bersih gratis. Berarti kompensasi Rupiah 125 ribu itu termasuk membayar penggunaan toilet namun minus penyejuk ruangan. Kereta api Rantau Prapat-Medan tiba pukul 14.00 WIB.

Cerita menarik lain didapat dari pengemudi taksi yang terlarang mengambil penumpang disekitar stasiun KA. Dia bersaksi apabila taksinya singgah mengambil penumpang akan ada teror seperti lemparan batu dari oknum kenderaan bermotor sewa lain yang merasa tersaingi. Keluhan beliau ditutup dengan helaan napas "Yang bertanggung jawab tak bekerja betul."

Tuesday, August 17, 2010

Ramadan Karim!


Momen Pas Buat Bilang:

Dirgahayu RI dan Selamat Puasa Ramadhan 1431 H!

Maaf Lahir Batin!

Sunday, February 14, 2010

Film Ke-2 & 3

http://haroni.blogspot.com/2009/05/belum-ada-postingan-film-kan-ini-satu.html Ini pos film buat bawah umur.

Sebelah kiri ni, 2 film buat yang bakalan jadi orang tua.

Saturday, November 14, 2009

Kisah Paling Sedih Di Dunia

Kasihannya mangsa diantara kawanan srigala.

Senangnya srigala disekitar gerombolan mangsa.

Karena serentak srigala melolong: "Kita semua berbulu domba!"